Paris, I am (really) in Love


Walau Paris bukan merupakan perjalanan yang pertama, tetapi bagaimanapun pesona Paris tetap tak berubah. Paris tetap memberikan pesona bak “kota cinta”, tidak pernah redup, tidak pernah padam, Paris I am (still really) in love with you.

Setelah melakukan perjalanan cukup melelahkan, menggunakan Lutfansa dari Jakarta – transit di Singapore dan transit lagi di Frankfurt baru kemudian melanjutkan ke Paris. Waktu tempuh Jakarta – Paris sekitar 16 jam. Saat mendarat di Aeroports de Paris atau Charles de Gaulle (CDG)  airport, suasana western sangat terasa, keinginan untuk kelilingi Airport diurungkan karena keinginan untuk mencapai down town Paris dan keinginan beristirahat jauh besar.

Kami harus berpindah antar terminal untuk menuju RER B (kereta dari aiport ke Paris). Dari Terminal 1 dimana pesawat kami mendarat, untuk menuju ke terminal T2EF dimana terdapat stasiun RER B kami menggunakan CDGVal LRT dan CDGVal LRT menghubungkan antar T1, T3, T2-ABCD dan T2EF.

Sebenarnya ada beberapa alternatif angkutan publik yang dapat dipergunakan untuk menuju down town Paris, yaitu bus atau RER (train). Akhirnya kami memilih menggunakan RER B untuk mencapai down town Paris. Untuk harga dan info lebih lengkap mengenai CDG airport dan bagaimana transportasi menuju dan dari Paris bisa di explore di http://www.aeroportsdeparis.fr/.

Untuk budget travel perlu diingat bahwa transportasi publik Metro adalah transportasi utama dan murah di kota Paris, jadi untuk mengexplore kota Paris tentunya lebih mudah menggunakan Metro Paris karena ketepatan waktu. Info lengkap transportasi Paris mulai dari maps, route dan harga dapat lihat di http://www.ratp.fr/plan-interactif/carteidf.php?lang=uk.

Memilih budget hotel di Paris perlu kehati-hatian, berbagai alasan yg mendasari:

1. Alasan utama memilih hotel di Paris, tentunya harus mencari yang dekat dengan stasiun besar Paris (Gard de Lion atau Gard de Nord), atau paling tidak jangan jauh dari stasiun metro. Hal ini karena di negara Eropa, stasiun metro apalagi stasiun besar merupakan pusat aktivitas dan pusat pertemuan publik. Kelebihan mencari hotel pada lokasi ini terutama karena hemat kaki (gak capek) menuju ke stasiun metro, banyak pilihan tempat makan, mini market untuk mencari kebutuhan sehari-hari (aqua, juice, snack), brasserie (cafe di Paris) dan money charger.

2. Alasan lain memilih hotel jangan jauh dari daerah rawan kriminal, ini biasanya (biasanya lho) di Paris pada daerah mayoritas imigran dari Afrika. Pada area ini tingkat kriminal cukup tinggi sehingga sering kali melihat patroli polisi dan blokade razia petugas di stasiun-stasiun Metro, sehingga membuat kita tidak begitu nyaman dalam menikmati travelling keliling kota.

3. Memilih hotel juga tentu mempertimbangkan rate hotel terhadap value dari hotel itu, value dari hotel ini seperti pertimbangan lokasi, fasilitas hotel, ketersediaan free wifi sangat penting, kualitas sarapan pagi, kebersihan kamar, interior dan ukuran kamar.

Awalnya inilah pilihan hotel yang menjadi alternatif untuk kami menginap adalah :

1. Hotel Ibis Style Voltaire Republique

2. Hotel Campile Paris 19 – La Villete

3. Hotel Ibis Style Paris Republique

Akhirnya dengan alasan harga, mudah kemana-mana, lingkungan, pilihan kuliner maka akhirnya kami memilih hotel Ibis Style di jalan 39 Rue Jean Pierre Timbaud, 11. Bastille – République, Paris, 75011 dekat dengan Metro Parmentier (kurang lebih jalan kaki 200m dari hotel).Hotel tempat kami menginap sdh disurvey dan dibooking dari Indonesia.

Setelah menempuh perjalanan menggunakan RER B transit di stasiun Gard de Nord lalu pindah ke line 5 menuju ke Republique kemudian melanjutkan ke Parmentier stasiun. Sampai di hotel, lalu ……waktunya istirahat…..:).

Tips : Untuk perjalanan dari airport ke Paris, jika membawa baggage berat dan memilih  metro menuju Paris serta harus berpindah lebih dari 1 stasiun, sebaiknya memilih intersection stasiun metro yang agak besar, karena biasanya stasiun kecil tidak memiliki eskalator dan sangat merepotkan untuk membawa baggage melalui anak tangga.

1st day in Paris

Hari pertama di Paris sesuai itinerary kami ingin berphoto icon terbaik Paris yaitu Eiffel tower. Jika ingin berphoto dengan latar belakang Eiffel tower dengan spot terbaik tentunya bukan mengunjungi langsung ke Eiffel tower tetapi lebih baik mengunjungi Palais du Trocadero. Trocadero merupakan dataran yang dibangun berjarak sejauh 1.2km dari Eiffel tower dan tempat ini merupakan tempat terbaik untuk memandang Eiffel tower dari jarak yang tepat sertauntuk mengabadikan keindahan dan kemegahan Eiffel tower. Palais du Trocadero dapat ditempuh dengan metro dengan route M6 dan M9 tujuan Trocadero.

Dari Trocadero kami melanjutkan melihat Arc de Triomphe dan jalan termasyur di Paris Rue Champ Ellysse. Jarak Trocadero dan Arc de Triomphe sebenarnya tidak terlalu jauh, jika menggunakan metro hanya berjarak beberapa stasiun saja. Sepanjang jalan Champ Ellysse dapat kita temui butik-butik brand ternama dunia, berjalan menyusuri sampai akhirnya diujung metro Franklin D Rooselvelt.

2nd day in Paris

Pada hari kedua, kami sudah menyiapkan itinerary ke Hotel de Ville, Notredame, Museum Louvre dan Eiffle dari dekat. Pagi2 setelah sarapan di hotel, kami berkemas-kemas dengan tidak lupa membawa persiapan peta metro dan kota Paris, botol air mineral jika haus dan perlengkapan syal untuk menahan dingin.

Walau perjalanan kami di Paris berlangsung pada bulan Agustus yg sebenarnya masih musim panas, tapi keluar dari hotel sekitar pukul 8 pagi, terpaan angin dingin tetap saja membuat kami kedinginan. Lucu juga para penduduk Paris kemana-mana memakai celana pendek, tetapi kami berdingin-ria mengenakan jaket dan syal.

Melihat peta metro, kami menuju ke stasiun Hotel de Ville dan sesampai stasiun saat kami keluar persis disamping bangunan Hotel de Ville. Hotel de Ville ini walau namanya hotel tetapi merupakan kantor administrasi Paris atau kantor Walikota Paris.

Setelah berphoto-photo didepan Hotel de Ville, kami melangkah ke arah selatan menuju Notredam. Jarak Hotel de Ville ke Notredam hanya berjarak 500m berjalan kaki melintasi sungai Seine. Notredam merupakan gereja katolik yang jika diartikan dalam bahasa Inggris artinya ‘Our Lady of Paris’. Bangunan Notredam ini merupakan salah satu arsitektur gothic Perancis.

Dari Notredam kami melanjutkan dengan metro ke stasiun Opera dimana cukup dekat dengan Museum Louvre dimana lukisan Monalisa berada dan Louvre sangat populer pada film Tom Hank ‘Da Vinci Code’. Waktunya makan siang, apalagi yg bisa kami makan selain Mc Donald dekat dengan stasiun Opera.

Louvre

Tips :

Untuk menghemat perjalanan menggunakan metro, belilah tiket terusan untuk 1 hari, 3 hari atau 1 minggu sesuai dengan berapa lama kita berada di Paris. Ini cukup menghemat dibandingkan jika jika membeli tiket per perjalanan.

Untuk membeli souvenir magnet kulkas, gantungan kunci, pakaian Paris ataupun tas-tas Paris, money charger, toko-toko sepanjang jalan Rue Rivoli cukup murah dibandingkan dengan tempat wisata lain di Paris.

3nd day in Paris

Hari ketiga di Paris sebenarnya kami berencana ke Versailles atau Disneyland Paris, tetapi karena jarak dirasa cukup jauh, maka kami memutuskan untuk mengelilingi kota Paris saja. Masih cukup banyak spot-spot sight-seeing yang belum kami explore.

Hari ketiga kami luangkan untuk melihat Palais Garnier atau audiotorium besar tempat berlangsungnya opera, kemudian kami menyusuri Paris untuk melihat gereja Madelaine, Place de la Concorde, Jardin des Plantes dan Sacre de Coeur.

Tips :

Jika berkunjung ke Sacre de Coeur, akan kita temui banyak orang berkulit hitam yang menawarkan gelang dari tali. Gelang itu menurut mereka adalah tradisi Afrika, tapi itu semua penipuan, agar hati dan segera menolak dan dihindari karena jika kita menerima balutan gelang tali Afrika tersebut maka kita akan diminta secara paksa per gelang 20 euro. Astarfirullah, 20 euro (300rb) hanya utk gelang tali yg jika dijual di tanah abangpun 5rb saja belom tentu ada yang mau beli.

Walau banyak petugas polisi Perancis mengamankan daerah tersebut, tetap saja tidak bisa mengawasi seluruh area Sacre de Coeur.

Waktunya berkemas untuk melanjutkan travelling ke Amsterdam (to be continue)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s