Jogja Layak Jadi Kota Wisata


Perjalanan ke Jogja kali ini, bukan untuk berwisata menikmati indahnya kota tradisional jogja, bukan juga untuk menikmati situs-situs bersejarah seperti Borubudur, Prambanan ataupun juga Keraton Jogja.




Perjalanan saya kali ke Jogja hanya selama 5 jam saja, jam 10.00 pagi tadi mendarat di Bandara Adisucipto dari Jakarta untuk mengikuti suatu seminar di hotel Santika. Sekitar 3 jam di Santika, lalu langsung balik ke Adisucipto lagi…singkat juga deh.



Sebelum menuju kembali ke Adisucipto, masih ada waktu 1.5 jam sebelum check in, langsung bilang sama mas sopir taxinya untuk lewat toko batik dan toko oleh-oleh. Mas sopirnya langsung berpikir keras untuk mencarikan tempat yang pas, terucap pertama kali ia menawarkan ke pabrik bakpia patok sekitar malioboro, langsung saya jawab “gak usah mas, cari aja tempat yang searah dengan bandara”. Ia langsung mengarahkan mobil taxi melalui jalan ringroad krn katanya takut macet, dan ditengah jalan ketemu toko batik “Terang Bulan”, lalu mampir sebentar. Liat-liat sebentar, setelah ada yang cocok motif kain batik khas jogja, dibeli 2 pasang kain dan langsung cabut ke bandara.

Saya bilang lagi sama mas sopirnya, jangan lupa ya mas untuk beli oleh-oleh, si mas sopir manggut-manggut dan langsung mengarahkan ke bandara, persis sebelum belokan bandara si mas sopir memarkirkan mobilnya di toko oleh-oleh khas Jogja “Bakpia Patok 25”.

Disitu banyak terdapat oleh-oleh khas Jogja, langsung menuju outlet oleh-oleh khas jogja, dengan sedikit reflek tangan langsung mengambil bakpia patok merk 25 kacang ijo, coklat dan keju. Rupanya ada juga bahan jeroan lain selain bakpia patok selain kacang ijo, selain keju dan coklat ada juga yg lain seperti bakpia isi nanas dan kacang merah. Lalu saya ambil juga oleh-oleh Brem Suling, Jenang, Wingko Babat dan Yangko. Penuh deh satu kresek besar untuk dijadikan oleh-oleh pulang ke Medan.




Sesampainya di bandara Adi Sucipto, sempet jepret sana jepret sini untuk mengabadikan suasana Bandara Internasional Jogja ini. Ruang Keberangkatan di Adi Sucipto cukup rapi, dengan deretan bangku tunggu warna hijau yang rapi. Didalam ruangan tunggu inipun terdapat berderet toko-toko penjual kain dan baju Batik, penjual oleh-oleh khas Jogja, Executive lounge Borobudur dan satu bookstore Periplus yang cukup besar. Kesan ruang tunggu yang asri dan cantikpun cukup membuat image Jogya dapat dibangun dari airport Adisucipto ini. Memang layak “Never Ending Jogja” menjadi salah satu kota tujuan wisata di Indonesia.

3 thoughts on “Jogja Layak Jadi Kota Wisata

  1. Terimakasih telah mampir di toko kami, Toko Batik Terang Bulan. Toko tersebut sudah buka sejak 1942, jadi secara tidak sengaja anda mengunjungi toko batik legendaris di jogjakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s