Palembang : Mudik in style


Sampe juga kami di Palembang pukul 19.00 setelah kami seharian penuh jalan menyusuri lintas timur Pekanbaru – Jambi – Palembang. Wuh … baru teras pegalnya setelah seharian penuh di atas kendaraan.

Sampe Palembang, karena udah lewat magrib dan udah lewat buka puasa, kami sekeluarga berusaha mencari temapt berbuka (walau sudah dapat dibilang makan malam). Sepakat sama istri untuk mencari makanan khas palembang. Akhirnya si Livina kami bawa ke jalan Radial dekat simpang jalan kapten A rivai, untuk mencoba resto ‘Pak Raden’.

Awalnya, kami pikir di resto ini hanya ada pempek dan kawan-kawannya, tapi rupa-rupanya …. nyam..nyam … cukup lengkap menu makanan palembangnya. Ada ‘Pindang Patin’, ada juga ‘Pindang Tulang’, juga ada ‘gulai tempoyak (durian yang diasamkan)’. Saya pun memesan ‘pindang patin’ dan istri langsung pesan ‘pindang tulang’. Capek dan pegal diperjalanan Pekanbaru – Palembang terbayar lunas dengan sepiring nasi plus pindang tsb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s