Menjenguk Banda Aceh


23 Sept 2006, kami sekeluarga menjenguk Banda Aceh yang sudah kami tinggalkan selama 3 tahun. Kenangan tentang Banda Aceh masih lekat teringat. Dengan mengendari kendaraan pribadi dari Medan kami berangkat Subuh. Melalui kota-kota Langsa kami menempatkan diri istirahat di Mesjid Raya Langsa selama 15 menit.

 

 

 

 

 

Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan istirahat siang di kota Matang Glumpang, dengan harapan dapat menikmati sate Matang yang memiki cita rasa yang lezat. Rupanya sepanjang jalan pasar Matang penuh sesak oleh penjual daging sapi, maklum besok mulai bulan Ramadhan jadi budaya Megang masih lekat di masyarakat Aceh. Akhirnya kami pun dapat menikmati sate Mateng….hitung-hitung sehari lagi puasa maka terpuaskan.

 

 

Perjalanan kami lanjutkan dan berhenti kembali di Sigli untuk menunaikan sholat jama’ Dhuhur Asyar. Barulah jam 17.30 kami sampai di Banda Aceh langsung kami mencari penginapan. Biasanya selama setahun ini penginapan di Banda Aceh selalu penuh sesak oleh pendatang, tapi hari ini rejeki kami lebih baik. Kami bisa menginap di Hotel Medan Banda Aceh dan tampaknya memang pengunjung Banda Aceh lebih sepi, entah karena mau puasa atau memang Banda Aceh sudah mulai sepi pengunjung dari luar kota.

 

 

 

Teringat tsunami dulu, rupanya kondisi hotel Medan sudah jauh berubah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s