Travel Guide : Tips Travelling Eropa

Bagi penyuka travelling, mengunjungi benua Eropa seakan-akan merupakan impian bagi kita semua. Eropa tetap menjadi daya tarik bagi travellers, berbagai budaya, keaneka-ragaman arsitektur Eropa, wisata alam, seakan tak ada habisnya untuk diceritakan.

Eropa adalah benua yang sangat menyenangkan untuk dijelajahi. Mulai dari Portugal di bagian selatan hingga kepulauan Cyclades di Yunani, dari mewahnya kota London dan Paris hingga damainya suasana Copenhagen, indahnya kastil Neuschwanstein di Jerman atau eksotiknya Alhambra di Spanyol, ragam budaya dan arsitektur bangunan memang sangat menarik.

Untuk melakukan perjalanan wisata ke Eropa tidak menggunakan jasa tour and travel merupakan pengalaman yang mengasyikkan. Sehingga perjalanan yang direncanakan tersebut dapat dilakukan dengan menyenangkan, murah dan berkesan. Berikut ini tips bagi yang akan melakukan perjalanan ke Eropa :

1. Waktu Perjalanan

Waktu adalah segalanya, tentukan kapan waktu untuk melakukan perjalanan ke Eropa, karena tentu saja musim dan cuaca sangat memegang peran penting dalam perjalanan kita. Boleh-boleh saja kita ingin melihat salju di Eropa, tapi kadang cuaca ekstrem saat winter, sering menjadi kendala dalam meng-explore Eropa. Waktu terbaik mengunjungi Eropa adalah di bulan April – Juli (musim semi Spring). Walau suhu sejuk di periode ini, tetapi bagi kita penduduk Asia temperaturnya sudah cukup dingin berkisar antara 5 – 20 C.

2. Lama Perjalanan

Benua Eropa sangat luas, mulai dari Eropa Barat (Perancis, Jerman, Inggris, Swiss, Belanda, Belgia dll) , Eropa Timur (Rumania, Hungaria, Ceko dll), Eropa Utara atau Skandinavia (Finlandia, Swedia, Denmark, Norwegia dll) serta Eropa Selatan (Spanyol, Italia, Portugal, Yunani). So……., untuk mengunjungi semua Eropa butuh waktu lebih dari 1 bulan, sehingga perlu ditetapkan wilayah mana di Eropa yang prefer untuk dikunjungi.

Jika perjalanan hanya kurang lebih 10 hr, maka sejogjanya kita hanya bisa mengunjungi salah satu dari wilayah Eropa itu saja, Eropa Barat saja, Eropa Timur saja atau cukup di Eropa Selatan. Sehingga perlu dilakukan planning yang tepat dan cermat, sehingga perlu disusun itinerary (rencana) perjalanan meng-explore Eropa.

3. Persiapkan Perlengkapan

Untuk mengunjungi Eropa hal terpenting adalah bawalah bagasi sesuai dengan kebutuhan, jadi tidak overload dan tidak juga ada perlengkapan yang tertinggal. Perlengkapan yang penting untuk dibawa adalah pakaian dingin, sepatu yang enak dipakai untuk jalan, body lotion or sun block, peta (bisa juga dari gadget), jika melakukan perjalanan cukup panjang, bawalah sedikit mie instan atau sambal cabe made in Indonesia karena tidak semua makana Eropa cocok dgn lidah Indonesia.

3. Buat Itinerary

Hal terpenting dalam menyusun itinerary adalah :

a. Negara destinasi dari Indonesia (negara asal), negara terakhir utk kembali ke Indonesia (negara asal). Penerbangan PP, misal Jakarta – Amsterdam PP memang biasanya lebih murah, tetapi tentu saja akan tidak efisien krn kita harus kembali ke negara destinasi pertama kita. Jika waktu menjadi concern, maka sebaiknya jika negara destinasi adalah Belanda, maka negara terakhir dikunjungi adalah Italia, dan dari Italia kita kembali ke Indonesia bukan dari Belanda.

b. Rute perjalanan negara-negara yang dikunjungi, hal ini berhubungan dengan objek wisata yang ingin dikunjungi seperti budaya, arsitektur, belanja atau wisata alam, hal ini akan menentukan itinerary yg kita susun, misal jika kita mengunjungi Eropa Barat, sebaiknya mulai dari negara yang paling jauh dari Indonesia, seperti Belanda, Inggris atau Perancis. Kemudian setelah itu melanjutkan utk meng-explore Jerman, Belgia, Perancis, dilanjut ke Swiss dan Italia.

c. Dari rute perjalanan tersebut, maka mulai dengan mengurus Visa (hampir negara Eropa tergabung  dalam Schengen, kecuali Inggris).

d. Dari rute yang sudah dibuat, tentukan tujuan wisata (heritate building, wisata alam, wisata budaya) sehingga kita akan mengunjungi tujuan wisata tersebut pada waktu yang telah direncanakan

e. Dari rute yang sudah dibuat, tentukan tempat bermalam (menginap). Kadang kala untuk menghemat budget, pilih hotel atau penginapan bukan dikota besar, misal jika itinerary kita adalah Belanda – Jerman – Belgia – Perancis – Swiss dan Italia, sebisa mungkin hotel atau penginapan di kota kecil antara negara-negara tersebut. Ataupun pilih lah bermalam di kereta menuju kota tujuan….cukup irit bukan.

4. Contoh itinerary :

Tentukan objek wisata yang kita inginkan untuk dikunjungi : misal objek wisata yang ingin dikunjungi adalah Big Bang Tower di London, Menara Miring Pisa, Eiffle Tower di Paris dan suasana romantis di Venice. Maka itinerary dapat disusun dengan :

a. Penerbangan dari Jakarta – London, bermalam di London

b. Hari 1 – 2 menikmati London dengan mengunjungi Big Bang, Trafalgar Square, Buckingham Palace

c. Pada hari ke 3 -4 melanjutkan perjalanan dengan penerbangan ke Paris, selama di Paris mengunjungi Eiffle Tower Champ Elysees, Cathedral de Notre Dam.

d. Setelah menikmati Paris, melanjutkan perjalanan ke Venice dengan menggunakan kereta malam (sleepers), sesampai di Venice menikmati kota Air Venice, dan esoknya mampir ke Pisa untuk meilhat menara Pisa dan melanjutkan perjalanan ke Roma untuk menikmati kota Roma dan Vatican.

e. Dari Roma setelah menginap 1-2 malam via Roma bertolak balik ke Indonesia

5. Hal-hal penting yang harus diketahui dalam mengexplore Eropa :

a. Untuk keperlua akomodasi hotel dapat mencari hotel-hotel yang diinginkan di : www.agoda.com, www.hotelcombined.com

b. Untuk mencari alternatif penginapan apartement atau house rental dapat mencari di www.airbnb.com

c. Untuk mencari tiket pesawat dapat mencari di easyjet.com, wego.com

d. Untuk mencari tiket kereta antar negara di Eropa bisa explore http://www.raileurope-asean.com